Warung Sangrai Menyuguhkan Sajian Alternatif Burung Puyuh

Bandung (PRINFO), Ada santapan alternatif bagi penyuka makanan daging-dagingan yaitu daging burung puyuh. Rasanya pun tak kalah lezat dan gurih dibandingkan dengan daging ayam, daging bebek atau lainnya. 

Daging burung puyuh pun memiliki berbagai kelebihan yaitu, kandungan kolesterolnya yang rendah. Juga baik untuk perkembangan anak, karena kadar kalsiumnya yang tinggi, baik untuk menguatkan tulang belakang serta melancarkan peredaran darah.

Jika ada diantara anda yang ingin mencoba daging burung puyuh, Warung Sangrai menyediakan hidangan puyuh beraneka menu, mulai dari puyuh original, puyuh goreng kecap (gocap), puyuh goreng krispi, puyuh cabe rawit dan puyuh cabe garam.

Daging burung puyuh yang disajikan oleh Warung Sangrai dimasak dengan cara disangrai, yang sebisa mungkin sedikit menggunakan minyak. Cara memasak "sangrai" inilah yang dijadikan nama Warung Sangrai. 

Warung Sangrai, yang bertempat di Jl. LLRE Martadinata  No. 63 Bandung (Pintu Keluar Factory Outlet Heritage) telah beroperasi sejak April 2011. Namun, baru mengkhususkan menu burung puyuh sejak Februari 2014. Warung Sangrai buka tiap hari dari pukul 9:30 - 21:30. 

Menurut Ricky Atmajaya, juru masak sekaligus manajer Warung Sangrai, menu pelengkap yang disediakan Warung Sangrai pun beragam dan merupakan makanan tradisional Indonesia. Ada nasi timbel, tutug oncom, soto madura, soto ayam dan lain-lain.

Di Kota Bandung masih jarang dijumpai tempat makan yang menyuguhkan menu khusus daging burung puyuh dikarenakan masih terbatasnya ketersediaan burung puyuh. Sehingga untuk mendapatkan daging burung puyuh harus didatangkan dari Yogyakarta. Pengiriman daging burung puyuh dilakukan dengan cara dibekukan dalam pendingin hampa udara untuk menjaga kesegaran dan kualitas daging.

Awalnya, setahun yang lalu, burung puyuh yang habis diolah sekitar 200-250 ekor per bulannya. Namun sejak Februari 2014 sudah mencapai 1200-2000 ekor per bulannya. Sampai saat ini, omzet yang didapat oleh Warung Sangrai sekitar 25-28 juta rupiah per bulannya, tutur Ricky. (Farhan/PR Info)