2 Kuliner Bogor Langganan Istana

 
PERNAHKAH Anda terbayang dari mana asal kuliner yang disantap tamu negara di Istana Kepresidenan? Dari sekian banyak jenis kuliner yang biasa disantap para pejabat negara dan korps diplomatik negara lain di Indonesia, Martabak Air Mancur dan Toge Goreng rupanya menjadi favorit. Ya, kedua jenis kuliner tersebut berasal dari Kota Bogor.
 
1. Martabak Air Mancur
 
Martabak Air Mancur yang telah berdiri sejak 1993 ini bisa dikatakan sebagai martabak langganan Istana Negara. Sejak awal masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 sampai sekarang baru dua kali Martabak Air Mancur absen dalam acara jamuan makan perayaan hari kemerdekaan Indonesia di Istana Negara. Itu pun karena tanggal 17 Agustusnya jatuh pada bulan Ramadhan.  
 
 
Martabak Air Mancur menyediakan dua macam pilihan martabak, yakni martabak manis dan martabak telur. Martabak manis bisa dipesan dengan aneka isian, seperti jagung, talas, strawberry, tiramisu, keju, pisang, kacang dan berbagai variasi lainnya. Sementara untuk martabak telur, tersedia pilihan telur bebek dan telur ayam untuk isian martabaknya.
 
Martabak Air Mancur cukup sering menjadi penganan tamu Istana Negara dalam jamuan selepas penurunan bendera pada hari kemerdekaan. Acara jamuan biasanya dilaksanakan bakda salat Isya dan dihadiri oleh presiden serta para pejabat baik dari dalam negeri maupun perwakilan diplomatik dan konsuler negara lain. Untuk event sebesar ini, pengelola Martabak Air Mancur tak bisa berlama-lama melakukan persiapan dan pengolahan kuliner martabak andalannya. Alasannya, martabak adalah jenis makanan yang tidak tahan lama dan lebih enak dinikmati ketika masih panas.
 
2. Toge Goreng Pak Inin 
 
Terdapat satu lagi hidangan khas Kota Hujan yang telah beberapa kali dipesan untuk acara-acara di Istana Kepresidenan. Hidangan tersebut adalah Toge Goreng Khas Bogor Pak Inin. Sudah tiga kali toge goreng Pak Inin dipesan oleh istana. Pada 2001 pernah dipesan untuk jamuan rapat di Istana Cipanas. Tahun yang sama kembali dipesan untuk jamuan 17 Agustus. Pernah pula dipesan untuk resepsi putra sulung presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor tahun 2005.
 
 
Tempat yang menjual toge goreng tersebut sama sekali tidak menampakan kemewahan. Warung Toge Goreng milik pria bernama asli Sanin ini menempati sebuah bangunan semi permanen beratap seng. Beberapa kantong kerupuk berwarna putih tergantung di dinding kayu, persis seperti warung nasi sederhana. Lokasinya di sebuah gang sempit di salah satu ruas Jln. Ir. Juanda, tepat di sebelah Hotel Royal. Warung sederhana dengan bangku panjang yang hanya memuat tak lebih dari sepuluh orang ini ternyata tak pernah sepi pembeli. 
 
 
Selain pelanggan yang berasal dari Kota Bogor, penikmat toge goreng buatan Pak Inin juga banyak berasal dari luar kota. Bahkan, beberapa turis asing pun turut menikmati sajian khas Kota Hujan ini. Biasanya yang paling sering datang adalah turis Belanda. Jadi, bagi Anda yang ingin mencicipi sekelumit cita rasa hidangan Istana Kepresidenan, Kota Bogor dapat menjadi tempat yang tepat, selamat mencoba! (Garry Gumelar Pratama/PR)