Bacaan yang tak Lekang Dimakan Usia

3161.jpg

Poster tokoh dalam Star Wars terpampang di antara deretan buku yang berada di perpusta­ka­an Petaluma, ­California, AS, Selasa (24/­11/2015). (Foto: JOSH EDELSON/AFP)
BUKU bacaan untuk anak-anak memiliki tema cerita dan cara bercerita yang selalu berkembang. Semakin hari, semakin ber­mun­culan cerita-cerita yang menarik sehingga anak-anak semakin senang membaca buku.
 
Perkembangan itulah yang membuat anak-anak di Amerika Se­ri­kat menggemari beberapa buku tertentu yang memiliki cerita me­narik dan cara bercerita yang juga menarik. Meskipun sudah diterbitkan cukup lama, ia tetap dicari dan masuk jajaran buku dengan penjualan terbaik.
 
Dilansir dari situs www.thechildrensbookreview.com, ada beberapa buku anak-anak yang dikategorikan memiliki penjualan terba­ik. Buku-buku itu pun memiliki klasifikasi berdasarkan usia anak-anak yang tentu saja membuat kebutuhan buku bacaan yang berbeda.
 
Pertama adalah buku bergambar yang digemari meski usianya sudah 25 tahun! Buku bertajuk Dear Zoo ditulis Rod Campbell dan dicetak ulang pada 2007. Buku bergaya lift-the-flap itu sangat me­muaskan hasrat keingintahuan anak-anak usia 1-4 tahun.
 
Buku dengan 18 halaman itu merupakan buku cerita klasik yang menceritakan seorang anak kecil dalam proses mencari binatang peliharaan yang tepat. Pesannya sederhana, ada unsur komedi yang cocok untuk usia anak-anak dan dinilai menjadi buku yang cocok untuk mulai mengajarkan anak-anak untuk senang membaca buku.
 
Ada pula buku Henry & Mudge yang ditulis Cynthia Rylant. Buku yang diterbitkan Simon & Schuster itu menceritakan tokoh Henry yang tidak memiliki saudara dan teman. Ia hanya memiliki seekor anjing yang menjaga dan mengajarinya bernama Mudge.
 
Meski dibuat untuk usia anak-anak 5-8 tahun, penyuka buku ini pun sampai ke orangtua. Buku ini disukai karena telah mengajar­kan arti persahabatan sejak dini dan semua pesan disajikan dalam ilustrasi berwarna.
 
Berikutnya adalah buku bertajuk Miss Peregrine’s Peculiar Children yang ditulis Ransom Riggs. Buku ini ditujukan untuk anak-anak yang lebih besar, usia 12-17 tahun yang dinilai sebagai novel favorit yang mencampurkan fiksi dan fotografi dalam sesi membaca yang mendebarkan.
 
Buku yang diberi label New York Times #1 Best Seller itu mengi­sahkan suatu pulau yang misterius, anak panti asuhan yang tidak terurus, dan koleksi fotografi yang mencurigakan. Karena buku ini disukai, bahkan Hollywood sudah membuat film adaptasinya dan akan dirilis pada September 2016.
Buku bacaan favorit anak selanjutnya adalah seri buku yang fe­nomenal beberapa tahun ini, yaitu Harry Potter. Buku karya JK Rowling itu bahkan mendapat label buku dengan penjualan terbaik sepanjang sejarah oleh The New York Times.
 
Usia 10 tahun ke atas sudah bisa membaca buku yang diterbitkan Arthur A Levine Books. Pada kenyata­annya, buku tentang sekolah sihir Hogwarts itu disukai berbagai kalangan usia.
 
Buku Stars Above: A Lunar Chronicles yang ditulis Marissa Me­yer juga menjadi favorit anak-anak. Buku yang diterbitkan Feiwel & Friends tersebut dikategorikan untuk anak-anak usia 12-18 tahun.
 
Lunar Chronicles itu juga memi­liki seri buku dengan judul yang berbeda seperti Cinder, Winter, Scarlet, dan Cress. Kisah-kisah di dalam buku novel ini disebut bagaikan kisah negeri dongeng berbalutkan fiksi sains ketika manusia sudah bisa hidup di bulan.
 
Buku berikutnya adalah Diary of a Wimpy Kid yang ditulis Jeff Kinney. Ini juga merupakan buku berseri yang sangat digemari anak-anak, bahkan anak yang sebelumnya dianggap malas membaca buku. Buku ini juga sudah dibuat versi film layar lebarnya.
 
Penuturan cerita tentang kisah anak-anak yang dekat dengan kehidupan sehari-hari di dalam buku ini dinilai baik. Bahkan, orang dewasa pun menyukai buku ini dan menganggap buku ini mengajarkan beberapa pelajaran hidup yang baik untuk anak-anak. Apa­kah buku favorit anak-anak Anda? (Vebertina Manihuruk/”PR”)