Pesona Pantai-Pantai Di Selatan Garut

 
MALAM itu laut Sayang Heulang, yang biasanya hitam pekat, temaram. Sepanjang mata memandang, terlihat ratusan lampu-lampu kapal nelayan memenuhi lautan, bak bintang memenuhi angkasa. Pemandangan ini menjadi salah satu atraksi bagi wisatawan yang berkunjung. Sembari menikmati ikan bakar, mata lebu, atau minuman hangat, mereka menggelar tikar di tepi pantai dan memandangi lampu-lampu tersebut.  Dari warung-warung yang tersebar di pinggir pantai, terdengar alunan musik menghentak menambah ramai suasana. 
 
Di gugusan laut Garut selatan, pemandangan malam di Sayang Heulang itu hanya merupakan salah satu dari sekian banyak daya tarik wisata pantai. Bahkan, Kabupaten Garut memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 80 km yang terdiri atas lebih dari 12 pantai objek wisata. Karena itu tidak salah jika pemerintah Kabupaten Garut mulai mengembangkan program wisata pantai sebagai salah satu andalan untuk meningkatkan pendapatan daerah. 
 
Keduabelas objek wisata pantai itu sendiri bisa dipisahkan ke dalam dua kelompok berdasarkan karakteristik pantainya, yaitu pantai berpasir putih kecoklatan (mengandung pasir besi) dan pantai berkarang. Oleh karena itu, daya tarik wisata yang ditawarkan oleh masing-masing pantai pun akan berbeda.
 
Pada pantai berpasir seperti Sancang, Santolo, atau Gunung Sulah maka pengunjung dapat menghabiskan waktu dengan bermain-main di air. Pada pantai berkarang seperti Karang Gajah, Cijeruk Indah, Karang Paranje, Cijayana, Gunung Geder, atau Manalusu, maka aktivitas wisata yang cocok adalah menikmati pemandangan laut di saung-saung yang tersedia di pinggiran pantai. Namun, hal ini bukan berarti wisatawan hanya dapat melakukan kedua kegiatan tersebut di pantai Garut Selatan. Masing-masing pantai menawarkan keunikan tersendiri bagi pengunjung.
 
 

_DSC0152.JPG

Pantai Karang Paranje
Pantai Karang Paranje
 
Sebagai contoh adalah Cijeruk Indah. Di pantai ini terhampar batu-batu karang berbentuk datar, sehingga aman bagi wisatawan untuk menjejakkan kaki. Di antara karang-karang tesebut terbentuk kolam-kolam kecil yang menjadi habitat berbagai macam biota laut seperti kerang, bulu babi, mata lembu (sejenis keong laut), kepiting, dan ikan-ikan kecil. Anak-anak yang dibawa orang tuanya ke pantai ini terlihat senang menghabiskan waktu bermain di kolam-kolam tersebut. Anak-anak itu juga disibukkan dengan aktivitas ringan seperti menangkap kuwuk atau mata lembu yang bersembunyi di sela-sela karang. Sementara bagi orang dewasa, diving atau menyelam diantara terumbu karang dapat dipilih. 
 
Lain halnya dengan Pantai Cicalobak. Pantai ini terletak di muara antara sungai Cicalobak dan Laut Selatan. Mirip dengan Cijeruk Indah, Cicalobak juga memiliki batu-batu karang di pinggiran pantainya. Namun, karang di pantai ini kering dan tidak memiliki kolam-kolam kecil atau biota laut di sela-selanya. Walau demikian, wisatawan yang berkunjung disuguhi oleh pemandangan alam yang indah. Air dari sungai Cicalobak terlihat bening dan mengalir tenang dari muara, sementara daun-daun pepohonan menggerisik tertiup angin laut. Di atas batu karang besar yang menjorok ke lautan terdapat beberapa saung beratapkan jerami yang pas digunakan untuk beristirahat. Di gerbang pintu masuk terdapat beberapa warung kecil tempat pengunjung memesan minuman atau ikan bakar. Bersantai di saung-saung tersebut, membiarkan angin laut sore hari menerpa wajah, sembari menikmati ikan bakar jadi aktivitas yang tak boleh dilewatkan wisatawan.
 
Bersantai di saung sambil melihat pantai juga jadi menu utama Pantai Puncak Guha yang berlokasi di Kecamatan Mekarmukti. Tapi, saung ini bukan berada di atas karang namun di atas tebing yang menjulang tinggi di pinggir laut. Seperti halnya Pura Uluwatu di Bali, dari atas tebing pengunjung bisa menyaksikan bagaimana gelombang air laut berubah menjadi ombak yang berkejar-kejaran ke arah pantai. Pemandangan dari puncak tebing ini cukup mempesona sehingga pengunjung bisa lupa waktu menikmati alam Puncak Guha.
 
Ketiga pantai tersebut merupakan contoh bagaimana pesona pantai Garut Selatan bisa menjadi andalan pariwisata. Hal ini sesuai dengan yang sempat diucapkan oleh Junghun pada 1920-an, saat memetakan zona pantai laut selatan, bahwa kawasan Garut Selatan zona tepat bagi wisata bahari. Menurut Junghun, kawasan Pantai Garut termasuk ke dalam zona panas dengan ketinggian antara 0-100 meter di atas permukaan laut dan struktur geologi sesar normal dengan jenis tanah didominasi tanah regosol Garut. (Dok. PR)
 

_DSC0128.JPG

Pantai Santolo
Pantai Santolo